Tepi Barat, SPNA – Sekitar 9.400 tahanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel menghadapi kondisi yang kian memburuk menjelang musim dingin. Pusat Studi Tahanan Palestina menegaskan bahwa para tahanan tersebut tidak diberi akses terhadap pakaian hangat, selimut, maupun pemanas ruangan selama lebih dari tiga tahun.
Dilansir MEMO pada Jumat (23/10/2026), direktur Pusat Studi Tahanan Palestina, Riyad al-Ashqar, mengungkapkan bahwa otoritas Israel secara terus-menerus melarang masuknya pakaian dan selimut sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, akses kunjungan dihentikan dan kantin tempat tahanan membeli kebutuhan pokok juga ditutup.
Al-Ashqar menambahkan bahwa otoritas Israel turut melarang Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mendistribusikan pakaian kepada para tahanan. Di saat yang sama, pihak penjara menyita barang-barang pribadi mereka—termasuk pakaian dan selimut—serta mengeluarkan kasur dari sel pada siang hari.
Akibatnya, para tahanan terpaksa mengenakan pakaian dan menggunakan selimut yang sama dalam jangka waktu lama tanpa pernah dicuci atau diganti. Kondisi ini memicu maraknya penyebaran penyakit kulit, terutama kudis, yang diperparah oleh minimnya fasilitas medis dan perawatan kesehatan di dalam penjara.
(T.RA/S: MEMO)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!