Gencatan Senjata Kembali Dilanggar, Serangan Israel di Kota Gaza Tewaskan Seorang Ibu dan Lukai Balita

Gaza, SPNA – Seorang anak perempuan Palestina berusia tiga tahun selamat dari kebakaran akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen di lingkungan al-Rimal, Kota Gaza bagian barat, pada Rabu (14/10/2026) pagi. Meski anak tersebut selamat, ibunya tewas dalam insiden tersebut.

Sumber medis menyatakan bahwa jenazah Reem Asaad Awad (33) serta dua korban luka—termasuk sang anak—telah dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa. Seorang jurnalis di lokasi melaporkan bahwa serangan udara terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Menurut sumber lokal, serangan tersebut menghantam sebuah unit apartemen di Gedung al-Amin, dekat persimpangan Abu Talal, al-Rimal. Serangan ini mengakibatkan kerusakan parah pada unit tersebut dan bangunan di sekitarnya, serta memicu kebakaran besar yang kemudian berhasil dipadamkan oleh tim pertahanan sipil.

Saksi mata mengungkapkan bahwa kobaran api menyebar cepat ke seluruh unit apartemen hingga membuat tim pertahanan sipil kesulitan menjangkaunya pada awalnya. Media Palestina melaporkan bahwa seorang jurnalis bernama Ali al-Jaafrawi, yang sedang merekam insiden tersebut, berhasil menemukan anak tersebut—yang diketahui bernama Maryam Ghanem. Ia kemudian mengevakuasinya dari lokasi kebakaran dan menyerahkannya kepada warga untuk dilarikan ke rumah sakit.

Al-Jaafrawi menambahkan bahwa ia belakangan mengetahui ayah Maryam telah gugur pada awal perang, sementara ibunya tewas dalam serangan hari Rabu ini, membuat Maryam kini menjadi yatim piatu.

Pihak militer Israel menyatakan sedang menyelidiki serangan tersebut dan mengklaim bahwa sasaran mereka adalah seorang milisi Hamas. Namun, mereka tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Menanggapi insiden ini, Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR) mendesak para anggota Kongres AS untuk mengecam aksi Israel.

Serangan ini menambah panjang deretan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran-pelanggaran tersebut telah menewaskan 1.498 warga Palestina dan melukai 5.306 lainnya hingga Selasa lalu.

Gencatan senjata tersebut disepakati pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari rencana AS untuk mengakhiri perang. Namun, negosiasi mengenai fase kedua—yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas—saat ini masih mengalami kebuntuan.

(T.RA/S: MEMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya