Rencanakan Pembantaian Ratusan Warga Palestina, Profesor Matematika Universitas Bar-Ilan Ditangkap

Tel Aviv, SPNA – Jaksa Israel mendakwa seorang profesor matematika Universitas Bar-Ilan atas tuduhan merencanakan serangan teroris berskala besar. Pria berusia 60-an tahun yang ditangkap pada 17 September ini berniat membunuh 600–700 warga Palestina dan Arab-Israel, serta mengusir ribuan lainnya dari rumah mereka.

Kantor Kejaksaan Distrik Pusat mengajukan dakwaan di Pengadilan Distrik Lod pada hari Senin (5/10/2026) atas tuduhan persiapan aksi terorisme, pemerasan, dan penghalangan proses peradilan. Tersangka dilaporkan telah mengakui semua tuduhan tersebut.

Rencana bernama “Ayit” (bahasa Ibrani untuk “elang” sekaligus akronim frasa “bangsa akan melakukan transfer”) ini disusun selama hampir tiga tahun. Rencananya, 72 penyerang Yahudi bersenjata akan dibagi ke dalam 12 sel untuk menyerang komunitas Arab secara simultan dengan senjata api dan kapak. Dokumen operasional setebal 20 halaman secara eksplisit menginstruksikan pelaku untuk tidak menyisakan perempuan maupun anak-anak, serta menyiarkan pembantaian secara langsung di media sosial demi memicu eksodus massal ke Yordania, Lebanon, dan Gaza.

Selama 18 bulan, profesor tersebut gagal merekrut 71 anggota yang dibutuhkan, termasuk saat meminta putrinya mendekati kelompok pemukim ekstremis hilltop youth. Ia juga sempat memeras mantan anggota parlemen Moshe Feiglin agar mau membantu setelah tawarannya diabaikan, yang berujung pada pelaporan ke polisi.

Tersangka akhirnya berencana mengumpulkan calon penyerang lewat acara kampanye palsu jelang Pemilu Israel 2026 sebelum mengeksekusi pembantaian keesokan harinya. Universitas Bar-Ilan telah menonaktifkan profesor tersebut, dan kejaksaan meminta pengadilan menahannya hingga proses hukum selesai.

(T.RA/S: Days of Palestine)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya