Pesawat Tempur Israel Hancurkan Empat Rumah di Wilayah Timur Kota Gaza

Gaza, SPNA – Pasukan pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza selama 357 hari berturut-turut pada Kamis (1/10/2026). Mereka melancarkan serangan udara, tembakan artileri, serta tembakan senjata api di seluruh wilayah enklave tersebut.

Pesawat tempur Israel melancarkan empat serangan udara di timur Kota Gaza dengan menargetkan rumah-rumah tak berpenghuni di dekat “Garis Kuning” di sekitar Persimpangan Al-Sanafour, sebelah timur lingkungan Al-Tuffah.

Sumber lokal menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan rumah-rumah milik Abu Tariq Al-Batesh, Abu Dawoud Al-Batesh, keluarga Al-Zaharna, dan keluarga Al-Suwaisi.

Selain itu, pasukan Israel menembakkan suar penerangan ke beberapa wilayah di Gaza utara.

Pada Kamis pagi, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah wilayah selatan Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza.

Artileri Israel juga menembaki wilayah timur Desa Al-Masdar di Gaza tengah saat fajar. Sementara itu, gempuran artileri lainnya menargetkan beberapa kawasan di utara kamp pengungsi Bureij di wilayah tengah.

Pada hari Rabu, delapan warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan udara mematikan dari pihak Israel di seluruh Jalur Gaza.

Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sebanyak 1.439 warga Palestina tewas dan 5.026 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Kementerian juga melaporkan penemuan 834 jenazah selama periode tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi sekitar 74.040 jiwa, sementara 175.142 orang lainnya luka-luka. Angka ini mencerminkan besarnya korban jiwa akibat serangan Israel yang terus berlangsung di wilayah enklave tersebut.

(T.RA/S: Palinfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya