Gaza, SPNA – Pasukan penjajah Israel, pada Senin (14/09/2026), masih terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah Jalur Gaza. Di utara Jalur Gaza, seorang penduduk Palestina terluka setelah kendaraan militer Israel melepaskan tembakan gencar ke arah rumah-rumah dan tenda di kawasan proyek Beit Lahia.
Pasukan penjajah Israel juga melancarkan serangan udara di dekat sebuah pusat kesehatan di Jabaliya al-Balad serta menembaki kawasan sekitar Sekolah Umm al-Fahm di Al-Salatin, barat laut Gaza.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, seorang anak Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel di sebelah barat kamp pengungsi Maghazi. Tembakan juga dilaporkan terdengar di sebelah timur kawasan Zaytoun, Gaza City bagian tenggara.
Di selatan Gaza, Israel melepaskan tembakan ke arah wilayah timur dan selatan Khan Yunis, disertai penembakan artileri. Tembakan juga menyasar tenda-tenda yang menjadi tempat tinggal penduduk Palestina yang mengungsi di kawasan Pemakaman Austria, sebelah barat kota tersebut.
Seorang perempuan Palestina yang sedang hamil dan janin dalam kandungannya meninggal akibat luka-luka setelah ditembak pasukan Israel di selatan Khan Yunis tiga hari sebelumnya.
Pasukan Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri serta melakukan operasi penghancuran bangunan di dalam wilayah yang ditetapkan sebagai “Garis Kuning” (Yellow Line). Pada saat yang sama, pembatasan terhadap pergerakan bantuan kemanusiaan, barang, dan warga masih diberlakukan.
Sementara itu, tim penyelamat di Gaza menemukan 17 jenazah warga Palestina dari balik reruntuhan ketika pasukan pendudukan Israel terus melepaskan tembakan dan melancarkan pengeboman di berbagai wilayah Jalur Gaza meski gencatan senjata masih berlaku.
Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Bassal, mengatakan lebih dari 8.000 jenazah masih tertimbun di bawah reruntuhan, sementara lebih dari 9.500 warga Palestina masih dinyatakan hilang.
Angka tersebut menunjukkan betapa sulitnya memastikan jumlah korban jiwa penduduk Palestina secara keseluruhan. Tim penyelamat belum mampu menjangkau ribuan orang yang diyakini terkubur di bawah bangunan yang runtuh.
Sejak Gencatan Senjata Israel Bunuh Lebih 1.300 Penduduk Palestina
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 1.370 warga Palestina tewas dan 4.627 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Kementerian Kesehatan juga mencatat 831 jenazah telah ditemukan dalam periode tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk Palestina yang meninggal dunia sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 73.000 orang, sementara lebih dari 174.000 lainnya terluka. Angka resmi tersebut belum mencakup ribuan penduduk Palestina yang masih dinyatakan hilang dan diyakini tertimbun di bawah reruntuhan.
Tim Pertahanan Sipil terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi di berbagai wilayah Gaza yang luluh lantak. Namun, minimnya alat berat dan bahan bakar sangat membatasi kemampuan mereka untuk menjangkau jenazah yang masih terjebak di bawah bangunan yang ambruk.
(T.FJ/S: Palestine Chronicle)