Tepi Barat, SPNA – Jumlah warga Palestina yang gugur di Tepi Barat sejak awal 2026 mencapai 100 orang. Empat warga Palestina juga kehilangan nyawa dalam 24 jam terakhir dalam operasi pasukan Israel dan serangan warga Israel bersenjata di Nablus, Qalqilya, dan Tulkarm, seperti dilaporkan Palinfo, Rabu (09/09/2026).
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan empat warga Palestina gugur akibat tembakan pasukan Israel dan serangan pemukim Israel bersenjata.
Di Nablus, Mahmoud Muhammad Arabi Mohsen, 34 tahun, warga Qabalan, gugur setelah terkena tembakan pasukan Israel. Hingga berita ini diterbitkan, jenazahnya masih ditahan oleh pihak Israel.
Korban lainnya, Abdul Karim Muhammad Khader Suleiman, gugur di Aqraba setelah pasukan Israel mengepung sebuah rumah tempat ia berada selama sekitar lima jam. Rumah tersebut kemudian ditembaki dan diserang menggunakan senjata yang ditembakkan dari bahu.
Di Qalqilya, Omar al-Toubasi gugur akibat luka tembak di kepala dalam serangan warga Israel bersenjata terhadap desa Hajja. Tiga warga Palestina lainnya, termasuk seorang anak, mengalami luka dalam dua serangan berbeda.
Sementara di Tulkarm, petugas pertahanan sipil menemukan jenazah Asaad Mliha, seorang pekerja asal Jalur Gaza yang tinggal di gedung Komite Zakat Tulkarm. Gedung tersebut sebelumnya dimasuki pasukan Israel.
Dengan bertambahnya empat korban tersebut, jumlah warga Palestina yang gugur di Tepi Barat sejak awal 2026 mencapai 100 orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Angka tersebut muncul di tengah operasi pasukan Israel yang terus berlangsung di kota, desa, dan kamp pengungsi Palestina, disertai meningkatnya serangan warga Israel bersenjata terhadap desa dan permukiman Palestina. Semua itu berlangsung bersamaan dengan perang yang masih menghancurkan Jalur Gaza.