Di Tengah Derita dan Perang Berkecamuk di Gaza, 300 Penghafal Al-Quran Naik ke Panggung Wisuda

300 pelajar Palestina mengikuti acara penghargaan hafiz Al-Quran di Deir al-Balah, Gaza, pada 6 September 2026. (Sumber: AnadoluAgency)

Deir Balah, SPNA – Sebanyak 300 pelajar Palestina yang menyelesaikan hafalan Al-Quran mengikuti acara wisuda tahfiz Al-Quran di Deir al-Balah, Gaza tengah, Minggu (6/9/2026).

Dalam acara tersebut, para peserta menerima penghargaan dari Aziz Mahmud Hüdayi Vakfı, yayasan asal Turki yang menjalankan program pendidikan dan bantuan kemanusiaan di Gaza. Wisuda berlangsung di Stadion Al-Anan, dekat pintu masuk kota, dan dihadiri keluarga peserta, ulama, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Rangkaian acara meliputi pembacaan lagu kebangsaan Palestina, penampilan nasyid, doa bersama, dan prosesi penyerahan penghargaan kepada para wisudawan tahfiz Al-Quran.

Perwakilan yayasan di Gaza, Bilal Abu Tir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pendidikan bagi anak-anak Palestina. Sekolah-sekolah yang mendapat dukungan yayasan itu kini menampung lebih dari 10 ribu pelajar di Gaza.

Bagi sebagian wisudawan, menuntaskan hafalan Al-Quran berlangsung di tengah situasi yang sangat berat. Mereka harus belajar setelah kehilangan rumah dan anggota keluarga, berpindah-pindah tempat pengungsian, serta menghadapi keterbatasan listrik, air, dan makanan.

“Di antara mereka bahkan ada yang menjadi satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup. eberhasilan para pelajar tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan kehidupan keagamaan tetap bertahan meski perang menghancurkan banyak fasilitas dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka,” terang Abu Tir kepada Anadolu Agency.

Salah satu wisudawan, Shatha Hamad, menyelesaikan hafalan Al-Quran setelah melalui masa-masa sulit selama perang. Ia harus menghadapi pengungsian, serangan, dan kehancuran di sekitarnya. Shatha mendedikasikan hafalannya untuk saudara perempuannya, Amal, yang gugur dalam perang. Kehilangan itu sempat membuatnya terpuruk. Namun, dengan dukungan orang tua dan saudara-saudaranya, ia melanjutkan hafalan hingga selesai.

Aziz Mahmud Hüdayi Vakfı merupakan lembaga nirlaba Turki yang didirikan pada 1985. Selain menjalankan program pendidikan, lembaga tersebut menyalurkan bantuan sosial dan kemanusiaan di sejumlah negara, termasuk Palestina.

Di Gaza, dukungan yayasan mencakup program pendidikan dan bantuan bagi para pelajar. Program itu dijalankan ketika banyak sekolah dan fasilitas umum rusak akibat perang, sehingga akses anak-anak terhadap pendidikan semakin terbatas.

Wisuda tahfiz tersebut berlangsung saat Gaza masih menghadapi dampak perang yang, menurut data yang dikutip Anadolu, telah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 174 ribu lainnya.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya