BoP Gunakan Dana Rekonstruksi Gaza untuk Lenyapkan Bukti Genosida Israel

Gaza, SPNA – Komite Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendanai langsung pembersihan puing-puing bangunan dan pengaspalan jalan di Gaza. Langkah ini disinyalir sebagai upaya melenyapkan bukti genosida Israel sekaligus memuluskan jalan bagi aneksasi dan pemukiman Yahudi di wilayah kantong tersebut.

Peneliti sekaligus penulis politik Palestina dari European Council on Foreign Relations, Muhammad Shehada, melaporkan pada 27 Agustus 2026 lalu bahwa Komite Perdamaian membiayai operasi terselubung militer Israel (IDF) dalam memindahkan pembuangan puing-puing bangunan yang bercampur dengan mayat warga dari Gaza.

“Uang tersebut diambil dari dana rekonstruksi Gaza,” ujar Shehada. Hingga saat ini, baru AS, Maroko, dan Uni Emirat Arab yang menyetorkan dana nyata ke komite tersebut.

Sejumlah diplomat Uni Eropa mengungkapkan kepada Shehada bahwa Israel secara diam-diam telah memindahkan ratusan ribu ton puing yang bercampur jenazah keluar dari Gaza demi mengubur bukti genosida.

“Ketika Uni Eropa bertanya apakah mereka memisahkan sisa-sisa jasad manusia dari puing-puing tersebut, Israel tak pernah memberikan jawaban,” tutur Shehada.

Sejak melancarkan serangan ke Gaza, Israel telah membunuh sedikitnya 73.000 penduduk Palestina, yang mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak. Ribuan korban lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang hancur.

Pembersihan puing menggunakan alat berat sebelum pencarian korban dilakukan membuat penduduk Palestina tidak akan pernah mengetahui pasti apakah kerabat mereka meninggal dunia tertimbun atau diculik oleh pasukan Israel untuk dijebloskan ke dalam jaringan pusat penyiksaan.

Shehada mengindikasikan keterlibatan Komite Perdamaian dalam pendanaan ini terbukti dari dokumen tender yang dirilis pada 20 Mei 2026. Dokumen tersebut membuka lowongan kontraktor untuk pekerjaan pemerataan dan pemadatan tanah di Gaza.

Ia membeberkan bahwa perusahaan asal Israel, Terra Firma, telah membersihkan reruntuhan di Gaza menggunakan alat berat penghancur puing hingga menjadi debu. Material ini dipakai untuk membantu militer Israel membangun jalan, khususnya di dekat perbatasan Erez.

Media Gaza Herald menuliskan bahwa Komite Perdamaian secara aktif membayar, membiayai, mensubsidi, dan membantu perusahaan, kontraktor, tentara, hingga pemerintah Israel dalam operasi pembersihan puing dan pengaspalan jalan ini.

“Operasi ini secara sistematis menghapus bukti kejahatan perang dan menodai jasad manusia,” tulis Gaza Herald. Laporan itu menyebutkan tidak ada upaya sama sekali untuk memisahkan sisa-sisa jasad korban dari reruntuhan atau melindungi potensi kuburan massal yang kini tertutup jalan baru.

Di saat yang sama, infrastruktur sipil yang vital seperti jaringan air, listrik, saluran pembuangan limbah, rumah sakit, hingga toko roti sengaja dibiarkan rusak tanpa perbaikan.

Pendiri organisasi hak asasi manusia Palestina, Dr. Ramy Abdu, menegaskan bahwa Komite Perdamaian hanya menjadi kedok struktural untuk menyamarkan perampasan tanah dan penggusuran yang terus berlangsung.

Komite Perdamaian dibentuk menyusul kesepakatan “gencatan senjata” yang disokong AS pada Oktober 2025. Trump mengklaim komite ini akan mengawasi rekonstruksi Gaza yang digadang-gadang demi kesejahteraan penduduk Palestina.

Investigasi media The New Humanitarian menunjukkan hal sebaliknya. Selama 10 bulan terakhir, pasukan Israel justru meningkatkan kampanye pemusnahan secara sistematis di area Gaza yang berada di bawah kendali langsung mereka.

“Di kawasan yang kini hampir tak berpenghuni ini, Israel meruntuhkan bangunan tersisa, membakar ladang, serta meratakan kota dan kawasan pertanian hijau dengan buldoser,” tulis The New Humanitarian.

Aktivitas militer Israel mengindikasikan upaya pengosongan wilayah (blank slate) di Gaza sekaligus pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk pendudukan jangka panjang dan aneksasi wilayah secara permanen.

Para pemimpin Israel pun telah berulang kali menyatakan niat mereka untuk melakukan pembersihan etnis terhadap sekitar 2 juta warga Palestina di Gaza. Langkah ini dilakukan guna membuka jalan bagi pembangunan pemukiman bagi warga Yahudi Israel di atas reruntuhan kota dan desa milik warga Palestina.

(T.FJ/S: The Cradle)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya