Defisit Rp195 Triliun, Kepala Staf IDF Peringatkan Bahwa Militer Kehabisan Dana

Tel Aviv, SPNA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini harus menghadapi musuh baru di luar medan tempur, yaitu krisis anggaran yang kian menggerogoti kesiapan militernya. Peringatan keras tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, pada hari Kamis (27/08/2026) di tengah sengitnya dinamika pertahanan negara tersebut.

“Sayangnya, belakangan ini kami menghadapi tantangan serius terkait anggaran IDF,” ujar Zamir dalam sebuah penilaian situasi multifront, sebagaimana dirilis oleh pihak militer. “Di saat personel IDF terus beroperasi aktif di seluruh lini front, kami justru harus bergelut dengan kekurangan dana. Situasi semacam ini jelas mengikis tingkat kesiapan tempur kami.”

Pernyataan menohok dari pucuk pimpinan militer ini mencuat di tengah memanasnya perselisihan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan Israel terkait pengajuan dana cadangan militer.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa militer Israel kini berhadapan dengan defisit anggaran yang sangat membengkak, yakni sekitar 40 miliar shekel (setara Rp195 triliun). Lonjakan beban finansial ini dipicu oleh membengkaknya biaya operasional harian yang terus berlangsung serta tingginya beban belanja mobilisasi pasukan cadangan.

Dampak kebocoran anggaran ini mulai menjalar ke sektor-sektor strategis. Perselisihan pendanaan tersebut dilaporkan telah mengganggu berbagai program pengadaan militer vital, termasuk rencana akuisisi armada jet tempur baru hingga pasokan amunisi.

Padahal, menurut data Knesset, anggaran pertahanan Israel untuk tahun 2026 sebenarnya sudah ditetapkan pada angka yang fantastis, yakni sekitar 143 miliar shekel untuk membiayai seluruh rangkaian operasi militer. Namun, derasnya pengeluaran di lapangan membuktikan bahwa alokasi tersebut masih jauh dari kata cukup.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya