Tel Aviv, SPNA – Gelombang migrasi dari Israel mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti Universitas Tel Aviv mengungkap sekitar 268.000 orang meninggalkan Israel sejak 2023 hingga 2025.
Hasil penelitian yang dikutip harian Yedioth Ahronoth menunjukkan sebanyak 86.509 orang meninggalkan Israel dalam tiga bulan berturut-turut atau lebih pada tahun 2023. Jumlah tersebut meningkat menjadi 91.499 orang pada 2024 dan 90.922 orang pada 2025.
Profesor Itai Ater, yang memimpin penelitian dari Coller School of Management, Universitas Tel Aviv, menyebut bahwa ini merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan, seperti dilansir Middle East Monitor (04/08).
Menurutnya, risiko terbesar bukan hanya tingginya angka orang-orang yang meninggalkan Israel saat ini, namun kemungkinan jumlah warga yang meninggalkan Israel terus meningkat pada tahun-tahun mendatang dan akan mengganggu keseimbangan yang selama ini relatif stabil.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah warga yang meninggalkan Israel meningkat secara konsisten hingga mencapai level tertinggi yang pernah tercatat.
Laporan Yedioth Ahronoth juga mengaitkan fenomena tersebut dengan meningkatnya jumlah tenaga profesional yang memilih meninggalkan Israel. Kelompok yang tercatat meninggalkan Israel antara lain adalah dokter, pemegang gelar doktor (PhD), insinyur, akademisi, serta pekerja berpenghasilan tinggi.
Harian Israel itu menilai tren tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian Israel yang selama ini bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor teknologi tinggi dan industri berbasis pengetahuan, mengingat negara tersebut tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Studi ini dipublikasikan di tengah berlanjutnya perang Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 yang kemudian meluas ke sejumlah kawasan lain, termasuk Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran. Berdasarkan data resmi militer Israel, sedikitnya 966 tentara Israel dilaporkan tewas sejak perang di Gaza dimulai, sementara populasi Israel saat ini tercatat melebihi 10 juta jiwa.