Saat Gencatan Senjata Berlangsung, Israel Musnahkan Satu Keluarga Palestina

Jenazah warga Palestina yang gugur akibat serangan udara Israel terhadap rumah keluarga Al-Misri di Jalan Al-Selasin dibawa dari Rumah Sakit Al-Shifa untuk dimakamkan di Kota Gaza, Palestina, 21 Juli 2026. Sumber Foto: Anadolu Agency / Saeed M. M. T. Jaras

Jalur Gaza, SPNA – Sebanayk 12 warga Palestina dilaporkan gugur dalam serangkaian serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Selasa (21/7/2026) saat gencatan senjata masih diberlakukan. Salah satu serangan paling mematikan menghantam sebuah rumah di Kota Gaza dan menewaskan satu keluarga yang terdiri atas enam orang.

Tim medis Palestina melaporkan, serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di kawasan Al-Samer, Kota Gaza. Korban tewas terdiri atas seorang ibu, empat anak berusia antara 6 hingga 13 tahun, serta sang ayah yang kemudian dipastikan meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Menurut sumber medis, seluruh jenazah tiba di Rumah Sakit Al-Shifa dalam kondisi hangus terbakar. Sementara itu, tim Pertahanan Sipil Gaza berjibaku memadamkan kobaran api yang melalap rumah keluarga tersebut setelah dibombardir.

Di lokasi lain, empat warga Palestina kembali kehilangan nyawa ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyerang sebuah apartemen di pusat Kota Gaza. Sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan juga menyasar sebuah mobil sipil di timur laut Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah. Dua warga Palestina gugur akibat serangan tersebut.

Tak hanya serangan udara, artileri Israel juga menggempur wilayah tenggara kawasan Zeitoun, Kota Gaza. Kendaraan militer Israel yang berada di sekitar lokasi melepaskan tembakan secara intensif ke arah permukiman.

Di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah, sejumlah kendaraan militer Israel yang didukung buldoser dilaporkan memasuki kawasan Abu Ghraba hingga sekitar 100 meter. Pasukan Israel melakukan penembakan dan meratakan lahan sebelum akhirnya mundur beberapa jam kemudian, menurut keterangan saksi mata.

Israel disebut merebut 70% wilayah Jalur Gaza, meningkat dari sekitar 53%, sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.168 warga Palestina dan melukai 3.798 lainnya.

Sementara itu, sejak agresi militer Israel dimulai pada 8 Oktober 2023, jumlah warga sipil yang gugur di Jalur Gaza telah mendekati 73.300 orang, dengan sekitar 174.000 lainnya mengalami luka-luka. Otoritas Gaza juga menyebut sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah tersebut telah rusak atau hancur akibat perang yang berlangsung hampir tiga tahun.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya