Genosida di Gaza Gerus Dukungan Publik AS terhadap Israel

Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam demonstrasi pro-Palestina yang menyerukan gencatan senjata di Gaza di Union Station, Washington, DC, pada 17 November 2023. (Foto: Jose Luis Magana/AP Photo)

Washington, SPNA – Dukungan publik Amerika Serikat terhadap Israel mengalami penurunan paling tajam dalam beberapa tahun terakhir. Survei terbaru yang dilakukan Associated Press (AP) bekerja sama dengan NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan semakin banyak warga Amerika mengkritik perang Israel di Jalur Gaza, bahkan sebagian besar pemilih Partai Demokrat menilai Washington terlalu berpihak kepada Israel.

Hasil survei yang dirilis pada Selasa (7/7) itu mengindikasikan perubahan signifikan dalam opini publik Amerika setelah hampir tiga tahun perang di Gaza. Survei melibatkan 3.040 responden dewasa, termasuk 1.022 warga Yahudi Amerika, sehingga memberikan gambaran yang luas mengenai sikap masyarakat terhadap konflik tersebut.

Sepertiga Warga AS Menilai Israel Melakukan Genosida

Survei menunjukkan sekitar sepertiga warga Amerika meyakini Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina selama perang di Gaza. Di kalangan pemilih Partai Demokrat, angkanya bahkan mendekati setengah dari seluruh responden.

Sebaliknya, hanya sekitar 20 persen responden yang menilai Israel tidak melakukan genosida, sementara hampir separuh lainnya mengaku belum memiliki cukup informasi untuk mengambil kesimpulan.

Di kalangan warga Yahudi Amerika sendiri, pendapat juga terbelah. Sekitar 30 persen menilai Israel telah melakukan genosida, sedangkan 49 persen berpendapat sebaliknya.

Pendukung Demokrat Semakin Kritis terhadap Israel

Perubahan paling mencolok terjadi di tubuh Partai Demokrat. Sebanyak 58 persen pendukung Partai Demokrat kini menilai Amerika Serikat memberikan dukungan yang terlalu besar kepada Israel. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 45 persen pada Januari 2024.

Di antara pemilih Yahudi yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, 51 persen juga berpandangan bahwa dukungan Washington kepada Israel sudah berlebihan.

Selain itu, 62 persen pemilih Demokrat menilai pemerintah Amerika belum memberikan dukungan yang cukup kepada rakyat Palestina. Persentase ini naik dari 49 persen pada 2024. Hal ini peningkatan tuntutan agar kebijakan luar negeri Amerika lebih seimbang dalam menyikapi konflik Palestina-Israel.

Perubahan sikap tersebut tidak lagi hanya didominasi generasi muda. Survei menunjukkan pemilih Demokrat berusia di atas 45 tahun kini ikut bergeser. Sebanyak 57 persen dari kelompok usia ini mendukung peningkatan bantuan bagi rakyat Palestina, naik dari 39 persen dua tahun lalu.

Sementara itu, di kubu Partai Republik, mayoritas responden masih mendukung kebijakan Amerika terhadap Israel. Sekitar 60 persen menilai tingkat dukungan Washington saat ini sudah tepat.

Namun demikian, keinginan untuk meningkatkan bantuan militer dan keuangan kepada Israel mengalami penurunan tajam. Jika sebelumnya mencapai 39 persen, kini hanya 15 persen responden Partai Republik yang menginginkan tambahan dukungan.

Citra Netanyahu Terus Merosot

Survei AP-NORC juga menunjukkan citra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus memburuk di mata publik Amerika. Hanya 20 persen responden yang memiliki pandangan positif terhadap Netanyahu, sedangkan 38 persen menyatakan memiliki penilaian negatif.

Di kalangan warga Yahudi Amerika, citra Netanyahu bahkan lebih buruk. Sebanyak 60 persen responden Yahudi menyatakan memiliki pandangan negatif terhadap pemimpin Israel tersebut.

Sebaliknya, sejumlah politisi progresif Partai Demokrat yang selama ini vokal mengkritik kebijakan Israel memperoleh tingkat dukungan yang lebih tinggi. Salah satunya adalah Zohran Mamdani di New York, yang mendapat dukungan sekitar separuh pemilih Demokrat dan bahkan lebih populer di kalangan Demokrat Yahudi dibanding Netanyahu.

Berpotensi Pengaruhi Politik AS

Publikasi survei ini dilakukan sekitar empat bulan menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections) Amerika Serikat, ketika Partai Demokrat menghadapi tekanan besar dari basis pemilih muda, kelompok progresif, serta pemilih Arab-Amerika terkait sikap pemerintah terhadap perang Gaza.

Perubahan opini publik ini juga sejalan dengan perkembangan politik terbaru di Amerika, di mana sejumlah kandidat Demokrat progresif yang mengkritik kebijakan Israel berhasil mengalahkan kandidat yang didukung kelompok lobi pro-Israel dalam pemilihan pendahuluan di negara bagian New York dan Colorado.

Temuan AP-NORC tersebut memperkuat hasil sejumlah survei nasional lainnya. Pew Research Center sebelumnya melaporkan 59 persen warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap pemerintah Israel. Sementara itu, survei New York Times/Siena College untuk pertama kalinya menunjukkan jumlah warga Amerika yang bersimpati kepada Palestina sedikit melampaui mereka yang bersimpati kepada Israel, menandai perubahan penting dalam persepsi publik Amerika terhadap genosida yang telah berlangsung hampir tiga tahun di Gaza.

(T.RS/S:Palinfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya