Tragis, Bayi Palestina Meninggal Setelah Ambulans Dihadang Tentara Israel di Ramallah

Ramallah, SPNA – Duka mendalam menyelimuti Tepi Barat. Seorang bayi Palestina berusia empat bulan, Ahmad Marouf Zeid, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (5/7/2026) malam. Nyawa bayi mungil ini tidak tertolong setelah pasukan militer Israel menghadang ambulans yang membawanya di sebuah pos pemeriksaan (checkpoint).

Gubernur Ramallah dan Al-Bireh, Laila Ghannam, mengungkapkan bahwa insiden memilukan ini terjadi di pintu masuk desa Deir Ammar, sebelah barat Ramallah. Saat itu, Ahmad yang berada dalam kondisi kritis tengah dilarikan secara darurat menuju rumah sakit. Namun, alih-alih memberikan prioritas medis, tentara Israel yang menjaga pos justru memblokir jalan kendaraan tersebut.

Pihak dokter di Rumah Sakit Spesialis Arab kemudian mengonfirmasi bahwa penundaan akibat blokade militer tersebut berakibat fatal bagi Ahmad, yang sangat membutuhkan penanganan medis segera.

Melalui unggahan di akun Facebook resminya, Ghannam membeberkan situasi mencekam saat kejadian. Tak hanya menahan ambulans, tentara Israel juga menembakkan gas air mata ke arah warga dan kendaraan di sekitar lokasi. Kekacauan ini membuat akses medis tersumbat total hingga akhirnya Ahmad meninggal dunia sebelum sempat ditangani dokter.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, kepergian Ahmad menorehkan luka yang teramat dalam. Ahmad adalah putra tunggal di keluarga tersebut, yang kehadirannya telah dinanti-nantikan selama bertahun-tahun.

“Kematian Ahmad adalah noda hitam pada hati nurani kemanusiaan,” ujar Ghannam dengan nada getir.

Ia menegaskan bahwa tragedi ini bukanlah insiden tunggal, melainkan cerminan dari kebijakan sistematis Israel. Melalui pos pemeriksaan, gerbang militer, dan penutupan wilayah, hak-hak mendasar warga Palestina terus dirampas—termasuk hak paling hakiki: kebebasan bergerak, akses kesehatan, dan hak untuk bertahan hidup.

(T.RA/S: WAFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya