Nestapa di Balik Puing Gaza: Kiper Palestina Gugur Ditembak Israel Saat Berburu Gas Masak

Gaza, SPNA – Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali merenggut nyawa seorang pahlawan lapangan hijau. Salim Khader Al-Ashqar (32), penjaga gawang andalan Klub Khadamat Khan Younis, tewas mengenaskan setelah ditembak oleh pasukan Israel di wilayah al-Qarara, timur laut Khan Younis, Gaza Selatan.

Ironisnya, kepergian Ashqar bukan di medan laga atau saat mengejar trofi sepak bola. Ia mengembuskan napas terakhir demi sebuah misi bertahan hidup: mencari tabung gas memasak untuk istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka.

Peluru di Tengah Kelangkaan Gas

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (30/06/2026). Mengendarai sepeda motor, Ashqar nekat menembus wilayah al-Qarara demi mendapatkan gas masak—komoditas yang kini menjadi barang mewah di Gaza akibat blokade ketat Israel.

Langkah Ashqar terhenti secara brutal. Mustafa Siam, Sekretaris Jenderal Persatuan Media Olahraga Palestina, mengungkapkan bahwa tank-tank Israel yang bersiaga di area tersebut langsung melepaskan tembakan ke arah Ashqar.

“Ia sedang menuju al-Qarara dalam upaya mendapatkan gas untuk keluarganya ketika tank-tank Israel menembakinya secara langsung,” ujar Siam kepada Anadolu.

Sumber medis mengonfirmasi bahwa Ashqar sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, krisis kemanusiaan yang melumpuhkan fasilitas medis di Gaza membuat nyawanya tak tertolong. Kelangkaan obat-obatan, menipisnya stok darah, serta terbatasnya ruang bedah darurat memaksa tim dokter menyerah pada takdir buruk tersebut.

Hancurnya Harapan Keluarga dan Pilu Seorang Ibu

Gugurnya Ashqar meninggalkan luka yang teramat dalam bagi keluarganya. Sebagai anak laki-laki tunggal di antara tujuh saudara perempuan, ia adalah tumpuan dan harapan besar orang tuanya.

Lebih memilukan lagi, kepergian sang penjaga gawang terjadi di saat sang istri sedang menanti kelahiran buah hati pertama mereka—seorang anak yang kini ditakdirkan lahir tanpa pernah sempat melihat senyuman sang ayah.

Asosiasi Sepak Bola Palestina langsung menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Ashqar. Selama berkarier, ia dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di Jalur Gaza yang pernah memperkuat sejumlah klub lokal ternama seperti Khadamat Khan Younis, Al-Aqsa, dan Al-Masdar.

1.009 Insan Olahraga Gugur, Dunia Internasional Bungkam

Kematian Ashqar menambah panjang daftar kelam kehancuran olahraga di Palestina. Berdasarkan data dari Mustafa Siam, sejak eskalasi pecah pada 7 Oktober 2023, jumlah tokoh olahraga Palestina yang tewas telah menyentuh angka 1.009 orang, di mana 567 di antaranya merupakan bagian dari komunitas sepak bola, mulai dari pemain, pelatih, wasit, hingga jajaran administrator.

Siam mengecam keras apa yang ia sebut sebagai “keheningan internasional” atas tragedi yang menimpa para atlet. Ia menilai badan olahraga dunia seperti FIFA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menutup mata.

“Hingga saat ini, belum ada langkah praktis dari lembaga-lembaga tersebut untuk menghentikan pelanggaran terhadap komunitas olahraga Palestina serta melindungi para atlet dan fasilitas yang hancur,” kritik Siam tajam.

Nestapa Gaza di Bawah Bayang-bayang Pelanggaran Gencatan Senjata

Tragedi yang menimpa Ashqar menjadi bukti nyata bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sempat berlaku sejak Oktober 2025 kini hanyalah di atas kertas. Serangan dan blokade total yang terus dilancarkan Israel membuat warga Gaza kian menderita.

Untuk sekadar memasak, sebagian besar warga terpaksa menempuh jarak puluhan kilometer demi mencari gas, atau beralih menggunakan kayu bakar, limbah plastik, dan kertas yang memicu risiko kesehatan serius.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel saja telah menewaskan 1.059 warga Palestina dan melukai 3.429 lainnya. Secara keseluruhan, sejak awal konflik, genosida ini telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina, melukai 173.000 orang, dan menghancurkan hampir 90% infrastruktur sipil di Gaza.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya