Tepi Barat, SPNA – Pasukan pendudukan Israel membakar sebuah rumah milik warga Palestina dan memaksa sebuah keluarga keluar setelah menyerbu rumah-rumah dan menyerang penduduk di desa Jalud, selatan Nablus, pada hari Senin (27/04/2026). Sementara itu tentara Israel menahan pasangan Palestina dan mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran untuk lima rumah di Hebron, Tepi Barat yang diduduki.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa puluhan pasukan pendudukan melancarkan serangan besar-besaran di Jalud, menyerang penduduk, menyerbu beberapa rumah, dan merusak properti.
Warga Palestina Um Shadi al-Tubasi mengatakan bahwa pasukan pendudukan memaksa keluarganya meninggalkan rumah mereka setelah menyerbu, membakar, dan menyerang anggota keluarga.
“Selama 10 hari, kami hidup dalam ketakutan terus-menerus. Pada malam hari, serangan mereka meningkat dan mereka mencoba memaksa kami meninggalkan rumah kami, dan kami mengatakan kepada mereka bahwa ini adalah rumah kami,” katanya.
“Saya takut akan keselamatan anak-anak saya, bukan keselamatan saya sendiri,” tambahnya.
Kepala dewan desa Jalud, Raed al-Nasser, mengatakan bahwa aktivitas permukiman Israel di desa tersebut sudah ada sejak tahun 1975, dengan 10 permukiman dan pos terdepan telah dibangun di tanahnya dan dua lagi sedang dalam pembangunan.
Ia mengatakan hampir 17.000 dunam dari 23.000 dunam tanah Jalud telah direbut untuk perluasan pemukiman.
Menurut petugas medis dan aktivis setempat, Bashar al-Qaryouti, tim ambulans merawat 15 orang yang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah para penjajah menyerang penduduk dengan batu dan tongkat.
Cedera tersebut berupa memar, patah tulang, dan beberapa kasus mati lemas akibat kebakaran rumah, katanya.
Di selatan Hebron, pasukan Israel menahan warga Palestina Shadi Khalil Gheith dan istrinya, Doaa Khader Nassar, dari rumah mereka di kota Yatta, menurut kantor berita Palestina Wafa.
Otoritas Israel juga mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran untuk lima rumah dan sebuah kandang domba di desa Birin, tenggara Hebron.
Kepala dewan desa, Farid Barqan, mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu daerah tersebut dan menyerahkan perintah pembongkaran kepada beberapa penduduk.
Pasukan Israel melakukan penggerebekan harian di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menyerang pria, wanita, dan anak-anak, serta menghancurkan rumah dan fasilitas Palestina dengan dalih tidak memiliki izin bangunan.
Lebih dari 1.150 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka dalam serangan oleh pasukan tentara Israel dan penjajah di seluruh Tepi Barat sejak Oktober 2023, menurut data resmi Palestina.
(T.RA/S: Anadolu Agency)