Israel Bom Pesta Pernikahan di Gaza: 6 Penduduk Palestina Meninggal Dunia

Gaza, SPNA – Setidaknya enam penduduk sipil Palestina meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menyasar sebuah gedung sekolah di daerah Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza, pada Jumat malam (19/12/2025). Ironisnya, ledakan terjadi saat sedang berlangsung acara pernikahan di dalam gedung tersebut.

Koresponden media Palestina melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah sekolah yang terletak di dekat Rumah Sakit Al-Durrah. Menurut sumber lokal Palestina, serangan Israel menyasar lantai dua gedung sekolah yang saat itu tengah menampung puluhan keluarga pengungsi.

Hingga berita ini diturunkan, sumber di lokasi menyebutkan bahwa pasukan Israel masih terus melepaskan tembakan secara intensif. Hal ini menyebabkan tim medis dan kru ambulans terhambat untuk mengevakuasi korban tewas maupun luka-luka guna dibawa ke rumah sakit.

Tindakan ini dinilai sebagai kelanjutan dari pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada 10 Oktober lalu. Pasukan Israel dilaporkan terus menyasar kawasan sipil dan menembaki warga Palestina di berbagai titik di Jalur Gaza. Kawasan Al-Tuffah sendiri sebenarnya termasuk dalam zona di mana militer Israel telah menarik pasukannya sebagai bagian dari pelaksanaan perjanjian tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza pada hari Kamis (18/12), menyatakan bahwa rangkaian pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa hingga 395 orang meninggal dunia dan 1.088 lainnya luka-luka.

Sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, agresi militer Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan lebih dari 241 ribu penduduk Palestina meninggal dunia maupun luka-luka, yang mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, tercatat lebih dari 11 ribu orang hilang dan ratusan ribu penduduk Palestina lainnya terpaksa mengungsi.

Kondisi di Jalur Gaza samakin memprihatinkan akibat bencana kelaparan yang mulai merenggut nyawa, terutama anak-anak, serta kerusakan infrastruktur total yang menghapus sebagian besar kota dari peta. Krisis kemanusiaan mendalam masih menyelimuti wilayah tersebut di tengah kelangkaan akut bahan pangan, obat-obatan, serta hancurnya fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, pimpinan Palestina di Gaza, Ghazi Hamad, sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Selasa (16/12), menegaskan bahwa pelanggaran serius Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza terus berlangsung. Ia menyatakan Israel tidak mematuhi satu pun ketentuan dalam kesepakatan tersebut dan telah memanipulasi seluruh isi perjanjian.

Ia menyebutkan jumlah pelanggaran Israel telah melampaui 813 kasus sejak perjanjian mulai berlaku pada 10 Oktober, dengan rata-rata sekitar 25 pelanggaran per hari. Pemimpin Palestina di Gaza, lanjutnya, telah menyerahkan laporan terperinci mengenai seluruh pelanggaran tersebut kepada para mediator dan kepada ruang operasi bersama.

(T.FJ/S: RT Arabic)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya