Pola Israel: Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Penduduk Palestina, Umumkan Gencatan Senjata, Lalu Serang Lagi

Kondisi kehancuran Jalur Gaza selama serangan darat dan udara Israel yang dipotret baru-baru ini, pada Rabu (29/10/2025). (Foto: AP/Ohad Zwigenberg)

Gaza, SPNA – Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza melaporkan bahwa hanya dalam 12 jam, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, sejak 28 hingga 29 Oktober 2025, tentara penjajah Israel telah membunuh 109 penduduk Palestina, termasuk 52 anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas.

Data itu, menurut Pemerintah Palestina di Gaza, menjadi bukti bahwa pembunuhan massal telah menjadi kebijakan yang disengaja, bukan sekadar insiden terpisah.

Pada Selasa (28/10), tentara penjajah Israel secara sengaja melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan di seluruh wilayah Jalur Gaza, kemudian mengumumkan kembali pemberlakuan gencatan senjata pada Rabu pagi (29/10). Namun, meskipun pernyataan itu diumumkan kembali, serangan udara terus berlanjut, terutama di wilayah utara Gaza.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Palestina menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, para penjamin dan mediator perjanjian gencatan senjata Gaza, serta Dewan Keamanan PBB untuk “menegakkan tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan memaksa pendudukan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata, segera menghentikan perang di Gaza, melindungi penduduk sipil, dan menghentikan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina”.

Penduduk Palestina memeriksa bangunan yang dihancurkan Israel dalam serangan terbaru di Kamp As-Shati di Kota Gaza, pada Rabu (29/10/2025). (Foto: AFP)

Serangan Malam Israel Bunuh Puluhan Penduduk Palestina

Di Kota Gaza, pesawat tempur Israel membombardir sebuah rumah di daerah al-Sabra, membunuh empat penduduk Palestina, termasuk seorang anak dan seorang bayi, serta melukai sembilan orang lainnya. Dalam serangan lain di dekat Kawasan Yarmouk, tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, juga tewas.

Di Beit Lahia, wilayah utara Gaza, tiga warga Palestina meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka setelah serangan udara Israel menghantam sekolah yang menampung pengungsi.
Serangan terpisah di kamp Nuseirat menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.

Sumber lokal mengonfirmasi bahwa 18 penduduk Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggal dunia dalam pembantaian yang dilakukan pasukan Israel setelah membom sebuah rumah di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah. Beberapa korban masih diyakini tertimbun di bawah reruntuhan.

Di kamp pengungsi al-Bureij, yang juga berada di Gaza Tengah, serangan udara Israel menghantam bangunan tempat tinggal, membunuh seorang anak perempuan dan melukai beberapa lainnya. Sementara itu, di Deir al-Balah, pesawat tempur Israel membombardir tenda pengungsian keluarga-keluarga di Kamp Insan, di sebelah timur Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, menewaskan lima warga Palestina, termasuk anak-anak.

Di Khan Younis, Gaza Selatan, pesawat dan drone Israel menyerang tenda-tenda pengungsian di wilayah al-Mawasi, mengakibatkan banyak korban luka. Serangan lain di wilayah al-Amal membunuh seorang pria dan seorang anak.

Sementara itu, lima penduduk Palestina lainnya meninggal dalam serangan udara terpisah yang menargetkan sebuah kendaraan di jalan umum di kota tersebut.

Hingga Selasa malam (28/10), sumber medis melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 68.531 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Jumlah korban luka mencapai 170.402 orang, sementara banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Tim ambulans dan pertahanan sipil menghadapi kesulitan besar untuk menjangkau lokasi-lokasi terdampak akibat pemboman yang terus berlangsung dan kerusakan parah pada infrastruktur.

(T.FJ/S: Al-Mayadeen)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!