Liga Arab Peringatkan Dewan Keamanan PBB: Israel Sedang Gagalkan Perdamaian

New York, SPNA – Liga Arab memperingatkan Dewan Keamanan PBB atas “situasi genting” di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina yang menurut mereka mengancam rapuhnya perjanjian damai yang baru saja dicapai. 

Dalam sidang terbuka Dewan Keamanan di New York pada Senin (27/10), perwakilan tetap Liga Arab di PBB, Osama Abdel Khalek, menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani dalam KTT Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober lalu merupakan “secercah harapan”, namun masih sangat rapuh karena tidak menyentuh akar persoalan, yaitu penyelesaian menyeluruh atas pendudukan Israel.

Abdel Khalek menjelaskan bahwa tahap pertama perjanjian telah mencakup pertukaran tahanan, di mana Hamas menyerahkan beberapa sandera dan jenazah warga Israel, sementara Israel membebaskan sejumlah tahanan Palestina. Namun, ia menegaskan, langkah kemanusiaan itu belum cukup tanpa komitmen untuk menghentikan blokade, kelaparan massal, dan penghancuran infrastruktur di Gaza. “Tidak mungkin bicara damai jika rakyat masih dibiarkan kelaparan di bawah reruntuhan,” ujarnya.

Diplomat Mesir itu mengecam keras kebijakan pemerintahan sayap kanan Israel yang terus memperluas permukiman ilegal dan menolak pembicaraan politik. Ia menuding para pemimpin Israel hidup dalam ilusi Israel Raya dan memperingatkan bahwa hegemoni militer yang didukung kekuatan asing hanya akan memperpanjang kekacauan di kawasan.

Lebih jauh, Abdel Khalek menuduh Tel Aviv memperluas agresinya ke beberapa negara tetangga, termasuk Suriah, Lebanon, dan Yaman, bahkan menyinggung serangan siber yang ditujukan ke Qatar. “Tindakan semacam ini berpotensi memicu konfrontasi regional besar yang tak akan bisa dikendalikan,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Liga Arab juga mengecam Israel karena menahan miliaran dolar dana pajak milik Otoritas Palestina, yang dinilai memperlemah pemerintahan sah Palestina dan memperkuat kelompok ekstrem kanan Israel. Abdel Khalek menyerukan dukungan penuh dunia Arab dan komunitas internasional terhadap pemerintah Palestina yang sah, serta menegaskan kembali dukungan atas solusi dua negara dengan perbatasan 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Ia juga memperingatkan bahwa tindakan provokatif pejabat ekstremis Israel yang berulang kali menyerbu Masjid Al-Aqsa dan Gereja Perjanjian di Yerusalem semakin memperdalam kebencian dan mengancam perdamaian antar agama. 

“Dunia Arab tidak akan tinggal diam menghadapi upaya Israel menundukkan kawasan dengan kekuatan senjata,” katanya, menutup pernyataannya dengan menyerukan tindakan nyata dari Dewan Keamanan untuk menjamin pelaksanaan Perjanjian Sharm el-Sheikh.

(T.RS/S:RtArabic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya