Israel Kembali Jatuhkan 153 Ton Bom ke Gaza, Netanyahu Akui Pelanggaran Gencatan Senjata

Israel memulai serangkaian serangan di Gaza meskipun tengah dalam kondisi gencatan senjata. Asap tebal mengepul dari bagian timur Khan Yunis, Gaza, setelah serangan tersebut, pada 19 Oktober 2025. (Foto: Anadolu)

Tel Aviv, SPNA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu (26/10/2025), mengonfirmasi bahwa pasukan Israel menjatuhkan sekitar 153 ton bom ke wilayah Jalur Gaza, dalam operasi militer yang disebutnya sebagai tanggapan atas serangan terhadap pasukan Israel di Rafah.

Pengakuan tersebut disampaikan Netanyahu di hadapan parlemen Israel (Knesset) dan menjadi indikasi bahwa gencatan senjata yang disepakati sebelumnya telah dilanggar.

“Selama gencatan senjata, dua tentara kami gugur. Kami merespons dengan menjatuhkan 153 ton bom dan menyerang puluhan target di seluruh Gaza,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin.

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas diberlakukan sejak 10 Oktober berdasarkan rencana bertahap yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan itu diharapkan menjadi langkah awal menuju penghentian permanen operasi militer Israel di Gaza.

Serangan udara besar-besaran pada Minggu menandai pelanggaran paling signifikan terhadap perjanjian tersebut sejauh ini.

Menurut Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza, sedikitnya 97 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan udara terbaru itu, termasuk 44 orang yang dilaporkan meninggal pada hari yang sama. Secara keseluruhan, otoritas Gaza mencatat lebih dari 80 pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan pasukan Israel sejak perjanjian diberlakukan.

Israel menyatakan bahwa aksi pengeboman tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap dua prajurit Israel yang diduga dilakukan oleh kelompok pejuang perlawanan Palestina di wilayah Rafah. Namun, pihak pejuang Palestina membantah tudingan itu dan menyebut serangan udara Israel sebagai “kejahatan perang terbuka” terhadap penduduk sipil.

Serangan terbaru ini kembali memicu kekhawatiran internasional terkait keberlanjutan gencatan senjata dan risiko meningkatnya eskalasi konflik di Gaza.

Sejumlah negara dan lembaga kemanusiaan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah guna memastikan penghentian serangan serta menjamin perlindungan terhadap warga sipil di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 68.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 170.000 lainnya luka-luka, sementara ribuan bangunan hancur dan infrastruktur utama lumpuh.

Sementara itu, para pengamat menilai pengakuan Netanyahu soal serangan udara pada masa gencatan senjata menunjukkan posisi sulit pemerintah Israel dalam menyeimbangkan tekanan politik domestik dan tekanan diplomatik internasional.

(T.FJ/S: AA)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!