Yerusalem, SPNA – Pasukan penjajah Israel menyerbu Universitas Birzeit, yang terletak di utara Ramallah, pada Senin dini hari (22/09/2025), bersamaan dengan operasi penangkapan besar-besaran di sejumlah kota di Tepi Barat, termasuk Nablus, Jenin, Tulkarm, Hebron (Al-Khalil), dan Betlehem. Aksi ini mengakibatkan korban luka, kerusakan, dan pembakaran rumah-rumah warga Palestina.
Stasiun televisi Palestina, Palestine TV, melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu Universitas Birzeit, di utara Ramallah, sementara para aktivis di media sosial membagikan cuplikan video yang memperlihatkan kendaraan militer Israel berada di dalam kampus dan di gerbang universitas tersebut.
Di Nablus, pasukan penjajah Israel dilaporkan menangkap seorang paramedis dari Palang Merah Palestina (PRCS) di pos pemeriksaan Sarra saat ia dalam perjalanan pulang ke Salfit.
Operasi penangkapan juga dilakukan di kamp pengungsi Balata dan Askar al-Qadeem, serta penggerebekan rumah-rumah warga di wilayah timur kota.
Sementara itu, di Jenin, dua pemuda Palestina dilaporkan terluka akibat tembakan peluru logam berlapis karet saat penggerebekan di kota Ya’bad. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit, menurut laporan media lokal Palestina.
Serangan terhadap kota Jenin dan kamp pengungsinya telah berlangsung selama 245 hari berturut-turut, termasuk penghancuran jalan-jalan yang menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Tindakan ini diyakini bertujuan untuk mencegah para pengungsi Palestina yang terusir kembali ke rumah mereka.
Serangan juga meluas ke wilayah Tulkarm, di mana pasukan Israel dilaporkan menyerbu kota Qaffin dan Anabta. Di Betlehem, desa Asakra yang terletak di sebelah utara kota juga menjadi sasaran. Sementara itu, di timur laut Ramallah, pasukan Israel membakar sebuah rumah penduduk Palestina dalam penggerebekan di desa Al-Mughayyir.
Di Hebron, pasukan penjajah Israel menangkap Sheikh Mustafa Shawer, seorang dosen Universitas Hebron, menurut sumber-sumber Palestina yang dikutip Al Jazeera. Mereka juga melakukan penggerebekan di daerah Wadi al-Hariyya dan kota Surif di utara Hebron.
Tak hanya itu, pemukim ilegal Israel juga dilaporkan merebut sebuah rumah milik penduduk Palestina di tengah kawasan permukiman padat penduduk di Hebron, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Dalam laporannya, puluhan pemukim Yahudi ilegal bersenjata merampas rumah penduduk Palestina di Kota Tua Hebron, termasuk sebuah rumah kecil berdinding satu ruangan di lingkungan al-Jabari, serta mengibarkan bendera Israel di atas bangunan tersebut.
Sejak Oktober 2023, tentara penjajah Israel, bersama para pemukim ilegal Yahudi Israel, telah membunuh sedikitnya 1.042 warga Palestina, melukai sekitar 10.160 orang, dan menangkap lebih dari 19.000 orang di Tepi Barat yang diduduki, menurut data resmi otoritas Palestina.
Sementara itu, sejak 13 Agustus 2025 lalu, ketika Israel memulai pengeboman besar-besaran di Kota Gaza sebagai persiapan invasi darat, setidaknya 3.500 orang telah meninggal dunia akibat serangan pasukan Israel, lebih dari 1.900 di antaranya berasal dari Kota Gaza.
Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 65.000 penduduk Palestina sejak genosida dimulai hampir dua tahun lalu pada Oktober 2023, dengan rata-rata hampir 90 orang dibunuh setiap harinya di Jalur Gaza. Lebih dari 80 persen dari korban jiwa adalah penduduk sipil, termasuk sekitar 20.000 anak-anak.
(T.FJ/S: Palestine Chronicle)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!