Gaza, SPNA – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Jumat (19/09/2025), memperingatkan bahwa lebih dari 800.000 penduduk sipil Palestina di Kota Gaza menghadapi kondisi yang sangat buruk saat Israel meningkatkan kampanye pengeboman dan memperluas invasi daratnya.
Serangan udara berat dan ledakan yang dipicu dari jarak jauh oleh robot mengguncang bagian selatan kota pada Kamis malam hingga Jumat pagi.
Pengeboman yang semakin intens itu terjadi setelah Israel mengeluarkan perintah baru yang menginstruksikan penduduk Palestina untuk meninggalkan kota sebelum pendudukan penuh yang direncanakan.
Awal pekan ini, Israel mengumumkan dimulainya ofensif darat di Kota Gaza sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk sepenuhnya menduduki wilayah Palestina yang dilanda kelaparan tersebut.
Ratusan ribu penduduk sipil Palestina menolak mengungsi ke selatan, dengan alasan bahaya ekstrem di sepanjang jalur evakuasi, kondisi hidup yang memprihatinkan di wilayah selatan, kekurangan pangan, serta ketakutan akan pengungsian permanen.
Diperkirakan sekitar 800.000 orang masih bertahan di Kota Gaza dan menghadapi “kondisi yang sangat buruk,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.
“Rumah sakit yang tersisa di kota kewalahan oleh banyaknya korban luka dan orang sakit, hanya mampu memberikan layanan terbatas,” ujar kementerian tersebut.
“Tingkat keterisian rumah sakit di Kota Gaza melebihi 250 persen, yang sangat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.”
Pemerintah Kota Gaza mengatakan jumlah pasti penduduk sipil Palestina yang masih berada di kota tidak diketahui, namun “ratusan ribu keluarga” berdesakan di pusat kota.
“Sistem pelayanan publik di Kota Gaza telah runtuh, dan kerusakan infrastruktur sangat parah,” tambah pihak pemerintah kota.

Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan hari Jumat (19/09), termasuk lima penduduk sipil yang menjadi target saat sedang mengumpulkan kayu bakar.
Sejak 13 Agustus, ketika Israel memulai pengeboman besar-besaran di Kota Gaza sebagai persiapan invasi darat, setidaknya 3.500 orang telah meninggal dunia akibat serangan pasukan Israel, lebih dari 1.900 di antaranya berasal dari Kota Gaza.
Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 65.000 penduduk Palestina sejak genosida dimulai hampir dua tahun lalu pada Oktober 2023, dengan rata-rata hampir 90 orang dibunuh setiap harinya. Lebih dari 80 persen dari korban jiwa adalah penduduk sipil, termasuk sekitar 20.000 anak-anak.
(T.FJ/S: MEE)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!