Jalur Gaza, SPNA – Israel kini menguasai sekitar 35% dari total luas Jalur Gaza yang mencapai 360 kilometer persegi, seperti dilaporkan Channel 12 Israel, Kamis (15/05/2025).
Menurut analisis citra satelit oleh Profesor Yaakov Garb dari Universitas Ben-Gurion, pada tahap awal, Israel menetapkan zona penyangga selebar 1 kilometer dari garis hijau (batas de facto menurut Israel), yang telah mengurangi luas Gaza sekitar 54 kilometer persegi, sekitar 15% dari total wilayahnya. Kini, lebar zona tersebut telah melampaui 2 kilometer, yang berarti sekitar 129 kilometer persegi atau sekitar 35% dari wilayah Gaza telah dikendalikan secara operasional oleh militer Israel.
Channel 12 juga melaporkan bahwa militer Israel telah mendirikan sekitar 15 pos militer besar di zona ini dan sedang membangun lima koridor militer melintang dari timur ke barat di dalam wilayah Gaza.
Kota Rafah, yang menjadi sasaran utama serangan terakhir, telah dimasukkan ke dalam zona penyangga. Wilayah antara Koridor Philadelphia hingga Morag, mencakup hampir seluruh Kota Rafah.
Pasukan Israel juga dilaporkan hadir di wilayah lain seperti lingkungan Shujaiya dan Hay Tuffah di Kota Gaza, serta di Beit Hanoun dan sepanjang poros pantai dekat Beit Lahiya di Gaza utara.
Pada 4 Mei lalu, kabinet keamanan Israel telah menyetujui eskalasi perang dan menyatakan niat untuk menduduki Gaza sepenuhnya. Israel telah memblokade Gaza selama lebih dari 18 tahun, dan sejak dimulainya serangan besar-besaran pada 7 Oktober 2023, lebih dari 173.000 warga Palestina menjadi korban, termasuk lebih dari 52.000 warga Gaza gugur, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 11.000 orang masih dinyatakan hilang, dan sekitar 1,5 juta dari 2,2 juta penduduk Gaza kini kehilangan tempat tinggal. Wilayah tersebut kini dilanda bencana kelaparan parah akibat blokade penuh terhadap bantuan kemanusiaan.
(T.RS/S:Al-Jazeera)