Israel Bunuh 212 Wartawan di Gaza Palestina Sejak Awal Genosida

Tangisan keluarga Mohammed Mansour yang gugur dalam serangan tentara Israel, dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, [Abdallah F.s. Alattar – Anadolu Agency]

Gaza, SPNA – Pemerintah Palestina di Jalur Gaza melalui kantor media resminya pada Selasa (08/04/2025), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa dari kalangan jurnalis telah meningkat menjadi 212 orang sejak dimulainya perang Israel di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan resmi, kantor media pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan bahwa peningkatan jumlah korban ini terjadi setelah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh Israel, yang menyerang tenda para jurnalis di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Kejadian ini mengakibatkan tewasnya dua jurnalis, yaitu Helmi al-Faqaawi dan Ahmad Mansour yang bekerja untuk kantor berita Palestine Today.

Pihak berwenang mengecam keras tindakan Israel yang menargetkan dan membunuh jurnalis Palestina, serta meminta agar Federasi Jurnalis Internasional, Federasi Jurnalis Arab, dan seluruh organisasi pers di dunia mengecam kejahatan-kejahatan sistematis ini terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Gaza.

Kantor media pemerintah Gaza juga menyalahkan Israel, pemerintahan Amerika Serikat, serta negara-negara yang terlibat dalam kejahatan genosida seperti Inggris, Jerman, dan Prancis atas tanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kejahatan biadab ini.

Pemerintah Gaza juga menyerukan kepada komunitas internasional dan organisasi internasional yang bergerak dalam bidang jurnalisme dan media di seluruh dunia untuk mengecam kejahatan-kejahatan Israel dan berupaya untuk menindak serta membawa pelaku kejahatan ini ke pengadilan internasional.

Sejak membatalkan kesepakatan gencatan senjata, Israel telah membunuh lebih dari 1.200 penduduk sipil Palestina, termasuk ratusan anak-anak. Lebih dari 50.000 penduduk Palestina telah dibunuh Israel sejak perang genosida di Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Foto dan video serangan intens Israel di Gaza menunjukkan kehancuran yang luas di lingkungan yang padat penduduk, sementara banyak penduduk sipil Palestina membagikan apa yang mereka sebut sebagai pesan terakhir mereka kepada dunia.

Jurnalis Mohammed Abu Mostafa mengungkapkan frustrasinya terhadap komunitas internasional melalui beberapa unggahan. Ia menulis: “Selamat tinggal kepada komunitas paling pengkhianat dalam sejarah. Dalam beberapa jam, Gaza akan lenyap. Anda hanya akan menemukan kami di surga”.

Sementara itu, aktivis Palestina dan jurnalis Aboud Battah mendesak orang untuk berbicara tentang Gaza. Ia menulis: “Bicarakan tentang kami. Demi Allah, kami sedang dibinasakan dalam diam”.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk meningkatkan serangan dengan dalih untuk menekan Hamas.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya