Lebaran Berdarah: Israel Lancarkan Serangan Mematikan di Gaza

Asap mengepul setelah Israel melancarkan serangan terhadap kawasan pemukiman di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza pada tanggal 25 Maret. (Credit: RtArabic)

Jalur Gaza, SPNA – Militer Israel kembali melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza di hari raya Idul Fitri, Minggu (31/03/2025) yang menelan 80 korban jiwa Palestina dan melukai puluhan lainnya. 

Serangan udara dan pengeboman terjadi di berbagai wilayah, termasuk Kamp Pengungsi Nuseirat dan Bureij di Gaza tengah serta kawasan permukiman di Tel Sultan. 

Koresponden Al-Arabiya melaporkan bahwa serangan Israel menyasar kawasan pemukiman padat penduduk, termasuk tenda-tenda pengungsi, menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk anak-anak dan perempuan.

Selain itu, pasukan Israel juga menghancurkan bangunan di sekitar jalur Netzarim, selatan Kota Gaza. Di Rafah dan Khan Younis, serangan udara menghancurkan rumah-rumah warga, menelan lima korban jiwa, termasuk anak-anak. 

Serangan brutal di tengah hari raya ini memicu gelombang pengungsian baru di Gaza. Ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk warga di Rafah, Khan Younis, Beit Lahia, serta Kamp Pengungsi Nuseirat dan Bureij. 

Para pengungsi kini menghadapi kondisi yang sangat sulit, dengan tempat penampungan yang penuh sesak dan minimnya pasokan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.

“Kami telah mengungsi enam kali. Kami berpikir ini hanya untuk beberapa hari, tapi kenyataannya kami harus terus berpindah tempat. Anak-anak seharusnya merayakan Idul Fitri dengan bahagia, tetapi justru harus berlari di jalanan tanpa arah,” keluh seorang warga Palestina. 

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa pengungsian berlangsung dalam kondisi mengenaskan dengan kepadatan tinggi ditambah langkanya bahan makanan. 

Sementara itu, seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu ke depan, militer Israel berencana memperluas operasi daratnya untuk menguasai 25% wilayah Gaza. Menurut laporan Axios, langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan Hamas agar membebaskan lebih banyak sandera Israel. Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa operasi ini dianggap penting untuk memastikan kekalahan total Hamas.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Gaza telah menerima 80 jenazah syuhada dan 305 korban luka. Dari jumlah tersebut, 53 orang tewas dan 189 lainnya terluka hanya dalam satu hari, tepat pada hari pertama Idul Fitri.

Sejak 18 Maret 2025, jumlah korban akibat agresi Israel telah mencapai 1.001 orang tewas dan 2.359 lainnya luka-luka. Sementara itu, sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, total korban tewas akibat pemboman Israel telah meningkat menjadi 50.357 jiwa, dengan 114.400 orang terluka.

(T.RS/S:Al-Arabiya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya