Jalur Gaza, SPNA – Hamas, Sabtu (25/01/2025) telah membebaskan empat tentara wanita Israel dan diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Sebagai gantinya pasukan Israel membebaskan 200 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Tiga bus yang membawa 114 tahanan Palestina tiba di Ramallah, disambut dengan sorak-sorai oleh warga Palestina yang berjejer di sepanjang jalan. Begitu turun dari bus, banyak tahanan yang diangkat oleh kerumunan warga Palestina yang bersorak gembira.
Klub Tahanan Palestina melaporkan bahwa di antara tahanan yang dibebaskan adalah Mohammed al-Tous, 69 tahun, yang telah menjalani masa tahanan terpanjang di penjara Israel, dan Mohammad Arda, salah satu dari enam tahanan yang sempat melarikan diri dari penjara keamanan tinggi Gilboa pada 2021.
“Atas izin Allah akhirnya kami keluar dari penjara, namun harga kebebasan kami sangat tinggi,” kata Arda kepada wartawan.
Sementara itu, 16 tahanan telah direlokasi ke Jalur Gaza dan 70 lainnya, termasuk tahanan yang dihukum seumur hidup dan yang dihukum dengan masa tahanan panjang, dibebaskan ke Mesir, menurut laporan dari Al-Qahera News.
Berdasarkan kesepakatan, Israel harus membebaskan 50 tahanan Palestina untuk setiap tentara wanita Israel yang dibebaskan oleh Hamas. Keempat tentara tersebut adalah Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy, dan Liri Albag, yang ditugaskan di pos pengamatan di pinggiran Gaza dan ditangkap oleh pejuang Hamas ketika mereka menguasai pangkalan tersebut dalam serangan ke selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Mereka adalah bagian dari sekitar 250 tawanan yang disandera pada hari itu.
Keempat tawanan Israel tersebut akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarga mereka di sebuah pangkalan militer Israel dekat perbatasan Gaza, kata juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, dalam sebuah video.
Serangan besar-besaran Israel yang berlangsung selama 15 bulan di Gaza telah menyebabkan ratusan ribu warga Palestina terpaksa mengungsi dari Gaza utara. Sebagai bagian dari kesepakatan, militer Israel dijadwalkan akan mundur pada hari Minggu dari bagian utara Koridor Netzarim, yang membelah Gaza tengah, memungkinkan warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka di bagian utara.
Proses pembebasan ini disambut dengan suka cita oleh keluarga para tentara Israel, namun juga menuai kritik tajam di dalam negeri. Hamas menyerahkan empat tentara wanita tersebut kepada Palang Merah Internasional, sementara Israel membebaskan 200 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan. Momen pembebasan yang disiarkan langsung menunjukkan para tentara Israel di panggung kota Gaza, dikelilingi pejuang Hamas, sebelum diantar ke Israel. Adegan ini memicu kemarahan sejumlah politikus Israel, yang menyerukan serangan balasan terhadap Gaza. Kesepakatan ini merupakan bagian dari gencatan senjata sementara yang mengakhiri konflik selama 15 bulan, yang telah menyebabkan lebih dari 47.000 korban jiwa di Gaza dan menghancurkan sebagian besar wilayahnya.