Trump Setujui Pengiriman 1.800 Bom Seberat 1 Ton ke Israel

Tentara AS bersiap memindahkan bom MK-84 di Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth. (Foto: Angkatan Udara AS/Corey Hook)

Washington, SPNA – Presiden Republik Donald Trump, pada Sabtu (25/01/2025), mengumumkan bahwa ia telah mengizinkan militer Amerika Serikat untuk mengirim 1.800 bom penghancur bunker MK-84 seberat 2.000 pound (sekitar 1 ton) ke Israel.

“Kami melepasnya. Kami melepasnya hari ini. Dan mereka (Israel) akan mendapatkannya. Mereka membayar untuk itu dan telah menunggu lama. Bom-bom ini sudah disimpan,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

Presiden AS sebelumnya, Joe Biden menangguhkan pengiriman bom-bom tersebut karena khawatir tentang dampaknya terhadap penduduk sipil, terutama di Rafah, selatan Jalur Gaza.

Sebuah bom MK-84dapat menembus beton tebal dan logam, menciptakan radius ledakan yang sangat luas. Reuters melaporkan tahun lalu bahwa pemerintahan Biden telah mengirim ribuan bom seberat MK-84 ke Israel setelah 7 Oktober 2023.

Washington telah mengumumkan bantuan miliaran dolar untuk Israel sejak perang genosida di Jalur Gaza dimulai. Ketika ia ditanya mengapa ia melepaskan bom-bom kuat tersebut kepada Israel, Trump menjawab, “Karena mereka telah membelinya”.

Pada hari Sabtu sebelumnya, Trump mengatakan “Banyak hal yang dipesan dan dibayar oleh Israel, tetapi belum dikirim oleh Biden, sekarang dalam perjalanan!”

Trump dan Biden keduanya merupakan pendukung kuat sekutu AS, Israel, meskipun Washington mendapat kritik dari para pembela hak asasi manusia atas krisis kemanusiaan di Gaza akibat serangan militer Israel. Para pengunjuk rasa telah mendesak embargo senjata, meskipun tanpa hasil.

Washington menyatakan bahwa pihaknya membantu Israel dengan dalih agar Israel dapat mempertahankan diri melawan kelompok militan yang didukung oleh Iran, seperti Hamas di Gaza, Hezbollah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.

Gencatan senjata Gaza mulai berlaku seminggu yang lalu dan mengarah pada pembebasan beberapa sandera Israel yang ditahan oleh pejuang Palestina sebagai bagian dari pertukaran dengan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel. Sebelum pelantikannya pada 20 Januari, Trump telah memperingatkan bahwa akan ada “neraka yang akan dihadapi” jika sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza tidak dibebaskan.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Berdasarkan perkiraan PBB proses pembersihan puing-puing bangungan akibat pemboman Israel saja bisa memakan waktu lebih dari 14 tahun.

Pembanggunan kembali rumah-rumah penduduk bisa memakan waktu hingga tahun 2040, dengan 90 persen populasi mengungsi dan banyak dari mereka tinggal di tenda. Di setiap meter persegi Jalur Gaza, kini terdapat lebih dari 107 kg puing, yang mungkin mengandung UXO (bahan peledak yang belum meledak), zat berbahaya, dan sisa-sisa jasad manusia,” menurut laporan PBB yang diterbitkan pada Juni.

The Times UK melaporkan pada Jumat (17/01), bahwa biaya untuk membersihkan 50,8 juta ton puing yang disebabkan oleh pengeboman Israel terhadap bangunan perumahan, rumah sakit, masjid, gereja, sekolah, serta infrastruktur listrik dan sanitasi di Gaza diperkirakan hampir mencapai 1 miliar dolar. Sementara itu, biaya rekonstruksi dapat mencapai 80 miliar dolar.

PBB menyebut dalam laporannya bahwa jumlah total puing dari pemboman Israel di Jalur Gaza saat ini, lebih dari lima kali lipat jumlah puing yang dihasilkan dari pengeboman AS di Mosul pada 2017.

Israel telah membunuh lebih 47.000 penduduk Palestina dan melukai lebih 100.000 lainnya hingga saat ini. Israel juga telah membunuh setidaknya 203 jurnalis sejak awal perang genosida.

Perang genosida Israel di Jalur Gaza ini juga menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kerusakan besar-besaran dan krisis kemanusiaan yang membunuh banyak lansia dan anak-anak. Ini menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah terjadi.

(T.FJ/S: Reuters, The Cradle)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya