Serang Mobil Penyiaran Satelit, Israel Bunuh 5 Wartawan Palestina di Gaza Tengah

Gaza, SPNA – Israel pada Kamis pagi (26/12/2024), membunuh lima wartawan Palestina setelah melakukan serangan udara Israel yang menargetkan kendaraan penyiaran satelit di Kamp Nusayrat, Gaza Tengah.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah jurnalis yang telah dibunuh Israel telah meningkat menjadi 201 orang setelah lima jurnalis dari stasiun TV “Al-Quds Al-Youm” tersebut dibunuh Israel.

“Jumlah syuhada dari kalangan jurnalis telah meningkat menjadi 201 orang sejak awal perang genosida di Gaza, setelah meninggalnya sejumlah jurnalis dari stasiun TV ‘Al-Quds Al-Youm’,” kata Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa militer Israel menghancurkan kendaraan siaran luar ruang milik stasiun TV tersebut dan membunuh lima jurnalis saat mereka sedang melaksanakan tugas jurnalistik di Kamp Nusayrat, Gaza Tengah, pada pagi hari Kamis.

Kantor Media Pemerintah Palestina mengecam dengan keras serangan dan pembunuhan jurnalis Palestina yang dilakukan tentara penjajah Israel.

Kantor Media Pemerintah Palestina juga mengajak Federasi Jurnalis Internasional, Federasi Jurnalis Arab, serta seluruh organisasi pers di seluruh dunia untuk mengutuk kejahatan-kejahatan sistematis Israel terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Gaza.

Kantor Media Pemerintah Palestina menuding Israel, pemerintah Amerika Serikat, serta negara-negara yang terlibat dalam kejahatan genosida seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kejahatan kejam ini.

Kantor Media Pemerintah Palestina juga menyerukan agar tekanan dilakukan secara serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida ini, melindungi jurnalis dan pekerja media di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (19/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 45.129 orang dan 107.338 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 822 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)

 

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya