Gaza, SPNA – Komisioner Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada hari Minggu (22/12/2024), menegaskan bahwa Israel telah melanggar semua aturan perang di Jalur Gaza, dalam serangan Israel yang telah berlangsung lebih dari 14 bulan.
Dalam unggahan di akun X-nya, Lazzarini menyatakan, “Setiap perang memiliki aturan, akan tetapi semua aturan tersebut telah dilanggar di Gaza. Serangan terhadap sekolah dan rumah sakit menjadi hal yang biasa, dan dunia tidak seharusnya terbiasa dengan hal tersebut. Gencatan senjata tembakan di Gaza sudah sangat terlambat”.
Pada hari Sabtu malam, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Borsh, mengungkapkan bahwa militer Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan di utara Gaza. Pasokan listrik rumah sakit terputus setelah serangan pesawat tempur Israel yang menghancurkan generator listrik di dalam rumah sakit tersebut.
Selain itu, pesawat tanpa awak militer Israel juga membom tangki bahan bakar rumah sakit yang terletak di Beit Lahiya. Direktur Rumah Sakit Lapangan Gaza, Marwan Al-Hams, pada hari Minggu mengatakan bahwa kondisi di rumah sakit sangat sulit dan komunikasi dengan tim medis terputus.
Ia juga mengonfirmasi bahwa militer Israel memberikan peringatan untuk evakuasi rumah sakit tanpa memberikan cara untuk memindahkan pasien. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hussam Abu Safia, dalam video yang direkam di ruang perawatan intensif rumah sakit, mengungkapkan bahwa serangan udara Israel terhadap rumah sakit tersebut tidak berhenti sejak Sabtu lalu.
“Kami menyalahkan dunia atas apa yang terjadi pada kami. Kami meminta mereka untuk bertanggung jawab atas penderitaan kami. Tidak dapat diterima bahwa dunia diam saja dan tidak mampu melindungi sistem kesehatan kami. Kami diserang di hadapan mata dunia, akan tetapi tidak ada yang tergerak untuk menghentikan kekejaman ini,” kata Hussam Abu Safia.
Setiap hari, Israel terus-menerus menargetkan Rumah Sakit Kamal Adwan, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan pasien dan staf medis, serta merusak rumah sakit secara signifikan.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (19/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 45.129 orang dan 107.338 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 11.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 822 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)