Vatikan, SPNA – Dalam pernyataannya pada hari Sabtu (21/12/2024), Paus Fransiskus mengecam serangan udara Israel baru-baru ini di Gaza, dan mengungkapkan kesedihannya atas pengeboman anak-anak di Jalur Gaza pada hari sebelumnya, rulis Anadolu Agency.
“Kemarin, anak-anak dibom. Ini bukan perang. Ini kekejaman. Saya ingin mengatakan ini karena ini menyentuh hati saya,” katanya kepada anggota Kuria Roma, administrasi pusat Vatikan.
Ia juga menyesalkan bahwa serangan udara Israel telah mencegah Kardinal Pierbattista Pizzaballa, perwakilan tertinggi Gereja Katolik di Tanah Suci, memasuki Gaza.
Israel telah menewaskan lebih dari 45.000 orang di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan menghancurkan wilayah itu menjadi puing-puing.
Pada 21 November, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas kampanye militernya di daerah kantong tersebut.
Paus juga menyerukan penyelidikan untuk menentukan apakah serangan Israel di Gaza merupakan genosida, menurut kutipan dari buku barunya yang akan segera terbit.
(T.RA/S: MEMO)