Gaza, SPNA – Berdasarkan informasi dari sumber medis Palestina di Jalur Gaza, sejak Kamis pagi (12/12/2024), bahwa 40 orang meninggal dunia akibat serangan udara Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza, di mana di antaranya, 30 orang meninggal dunia di daerah tengah dan selatan Jalur Gaza.
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan pada pagi Kamis bahwa tujuh penduduk sipil, termasuk anak-anak dan Perempuan dibunuh Israel dalam serangan yang menghantam sebuah gedung tempat tinggal dekat persimpangan Abdul Aal di Jalan Al-Jalaa di Jalur Gaza.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 15 orang dibunuh Isael dalam serangan udara yang menargetkan rumah keluarga “Al-Louh” yang menampung pengungsi, di barat Kamp Nuseirat di tengah Gaza.
Sebanyak 13 penduduk sipil lainnya juga dibunuh dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel terhadap penduduk yang sedang mengamankan bantuan kemanusiaan di barat Kota Rafah, di selatan Gaza. Dengan demikian, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza mencapai 35 orang, sebelum sumber medis mengonfirmasi bahwa jumlahnya telah meningkat menjadi 40 orang.
Sementara itu, kantor media pemerintah Palestina di Jalur Gaza menyatakan bahwa Israel telah merebut bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
“Tentara Israel terus melancarkan serangan pembunuhan dan pemusnahan di Gaza, dengan pesawat tempurnya yang terus-menerus menargetkan rumah-rumah dan pemukiman,” kata kantor media pemerintah Palestina di Jalur Gaza.
Sejumlah organisasi kemanusiaan terpaksa menarik tim mereka dari Jalur Gaza karena serangan Israel yang terus berlanjut.
Hingga saat ini, berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza militer Israel masih melanjutkan perang genosida terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza pada hari ke-433 berturut-turut, yang telah membunuh 44.805 orang dan melukai 106.257 orang lainnya.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 808 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)