Gaza, SPNA – Kota Khan Younis di Gaza Selatan, sebagaimana dilansir TRT, pada Minggu (17/11/2024), memperingatkan bahwa kekurangan bahan bakar yang berlangsung selama seminggu telah menyebabkan lebih dari 1,2 juta penduduk sipil Palestina dan individu yang mengungsi di wilayah tersebut kehilangan akses ke air bersih, di tengah serangan dan bombardir Israel yang terus berlanjut.
“Pemutusan pasokan bahan bakar yang terus-menerus ini telah mengganggu layanan penting, termasuk pengoperasian sumur air dan pabrik desalinasi, yang membuat lebih dari 1,2 juta warga dan pengungsi di Khan Younis tidak memiliki air yang dapat diminum dan digunakan,” kata pemerintah kota Gaza Selatan.
Pemerintah kota juga mengungkapkan kekhawatiran terkait penghentian fasilitas pengolahan limbah, memperingatkan bahwa limbah yang tidak diolah dapat menggenangi jalan-jalan, memperburuk risiko bencana lingkungan dan kesehatan, serta mempercepat penyebaran penyakit dan wabah.
Sambil mendesak tindakan segera, pemerintah kota menyerukan kepada komunitas internasional dan kelompok hak asasi manusia untuk secara mendesak campur tangan untuk mengakhiri perang Israel terhadap Gaza, yang telah menghancurkan semua aspek kehidupan.
Pemerintah kota Gaza Selatan juga mendesak badan-badan PBB untuk menekan Israel agar menghentikan pemutusan pasokan bahan bakar dan memungkinkan masuknya peralatan serta suku cadang penting untuk mencegah keruntuhan total layanan publik.
Blokade yang terus berlanjut ini telah mengakibatkan kekurangan parah makanan, air bersih, dan obat-obatan. Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional terkait tindakannya di Gaza.
Genosida Berlanjut
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (18/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 43.922 orang dan 103.898 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 784 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.516 penduduk Lebanon dan lebih dari 14.929 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: TRT, Mondoweiss)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!