Gaza, SPNA – Israel telah menjatuhkan lebih dari 85.000 ton bom ke dalam Jalur Gaza sejak awal genosida terhadap rakyat Palestina pada Oktober 2023. Berdasarkan pernyataan dari Otoritas Kualitas Lingkungan Palestina, pada Rabu (06/11/2024), serangan ini mencakup penggunaan amunisi fosfor putih yang tidak dapat dibenarkan dan dilarang oleh Konvensi Senjata Konvensional Tertentu PBB.
Serangan Udara Israel Rusak Tanah Pertanian dan Kontaminasi Sumber Air di Gaza
Pejabat Palestina menyatakan bahwa pemboman terus-menerus ini mengakibatkan kerusakan luas pada tanah pertanian dan kontaminasi tanah dengan bahan kimia beracun, yang akan menghambat pertanian di wilayah ini selama beberapa dekade. Hal ini menyebabkan kerusakan jangka panjang pada ekosistem Gaza yang sudah rentan.
Selain itu, serangan Israel juga menyebabkan kerusakan parah pada sumber air Gaza, yang menyebabkan air tercemar merembes ke dalam waduk air tanah, mengarah pada krisis kesehatan dan lingkungan yang mengancam ribuan penduduk, termasuk generasi mendatang.
Pada bulan Juni, lembaga pemantau HAM internasional, Euro-Med Monitor, melaporkan bahwa Israel telah menjatuhkan 70.000 ton bom ke Gaza sejak dimulainya genosida ini, melampaui jumlah bom yang dijatuhkan pada Dresden, Hamburg, dan London selama Perang Dunia II. Sejak itu, serangan udara Israel di utara Gaza semakin intens, dengan serangan harian yang menghancurkan seluruh wilayah.
Israel telah membunuh lebih dari 43.000 penduduk Palestina sepanjang tahun ini, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Ribuannya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Pemboman ini juga telah menyebabkan hampir seluruh populasi Gaza terpaksa mengungsi, akibat blokade yang dipaksakan oleh Tel Aviv, mengakibatkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang semakin parah.
PBB: Pemulihan Gaza Akan Memakan Waktu Hingga 350 Tahun Jika Israel Berhenti Sekarang
Peringatan dari PBB baru-baru ini mengungkapkan bahwa membersihkan puluhan juta ton puing-puing yang ditinggalkan akibat pemboman Israel bisa memakan waktu hingga 15 tahun dan biaya sebesar 500 hingga 600 juta dolar. Selain itu, pembangunan kembali rumah yang hancur diperkirakan baru bisa selesai paling cepat pada tahun 2040.
Dalam laporan yang dirilis bulan lalu, Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB memperkirakan bahwa jika perang ini berakhir segera dan Gaza kembali ke kondisi sebelum 7 Oktober 2023, maka ekonomi Gaza kemungkinan akan membutuhkan waktu hingga 350 tahun untuk kembali ke tingkat yang sangat rapuh seperti sebelum perang.
Genosida Berlanjut
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (04/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 43.259 orang dan 101.827 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 768 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.002 penduduk Lebanon dan lebih dari 13.492 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: The Cradle, RT Arabic, Mondoweiss)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!