Krisis Kemanusiaan: Israel Blokir Lebih 250.000 Truk Bantuan Masuk ke Jalur Gaza

Gaza, SPNA – Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza, pada Selasa (22/10/2024), menyebut bahwa Israel telah mencegah masuknya ratusan ribu truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terblokade sejak awal Oktober tahun lalu, di mana jumlahnya telah mencapai hingga lebih 250.000 truk bantuan dari berbagai negara dan lembaga.

Blokade Mengancam Kehidupan Rakyat Gaza

Sejak Operasi Badai Al-Aqsha, “Israel telah memblokir lebih dari seperempat juta truk bantuan dan barang,” kata pernyataan dari Kantor Media Pemerintah Palestina.

Kantor Media Pemerintah Palestina menyebut bahwa tindakan kejahatan tersebut merupakan bagian dari “penguatan kebijakan membuat krisis kelaparan dan menggunakannya sebagai senjata perang melawan penduduk sipil dan anak-anak,” tambahnya.

Selama berlangsungnya perang, para pemukim Israel juga berulang kali menyerang truk bantuan yang berusaha mengantarkan barang ke Gaza. Sebelum perang dimulai pada Oktober 2023, ratusan truk bantuan melintasi perbatasan setiap hari.

Operasi Krisis Kelaparan yang Disengaja

Beberapa lembaga hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch (HRW), serta pejabat PBB, telah menentukan bahwa Israel sedang melaksanakan operasi krisis kelaparan yang disengaja di Gaza. Selama beberapa bulan terakhir, kelaparan telah sepenuhnya melanda jalur tersebut.

Pada pekan lalu, PBB memperingatkan bahwa lebih dari 1,8 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza menghadapi tingkat kelaparan yang ”sangat kritis”. Akibat operasi kelaparan ini dan bentuk-bentuk peperangan lainnya melawan Gaza, Tel Aviv dituduh melakukan genosida di Pengadilan Internasional.

Serangan Brutal Terus Berlanjut di Utara Gaza

Pernyataan dari Kantor Media Pemerintah Palestina muncul ketika Israel terus melaksanakan blokade brutal dan operasi genosida di utara Jalur Gaza sejak awal bulan ini. Operasi yang dikenal sebagai Rencana Jenderal ini, bertujuan untuk mengusir ratusan ribu pendudukPalestina yang masih tinggal di utara Jalur Gaza.

Sejak awal blokade total sejak dua minggu lalu, Israel telah membunuh lebih dari 500 penduduk Palestina di utara Jalur Gaza, terutama di kota Jabalia dan kamp pengungsi di sekitarnya.

Pada Selasa kemarin (22/10), delapan penduduk sipil Palestina dibunuh Israel di Jabalia. Sehari sebelumnya, pada Senin, Israel membunuh lebih dari sepuluh penduduk sipil Palestina dan membuat puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan Israel terhadap sekolah UNRWA di utara Jalur Gaza.

Serangan di Gaza Selatan dan Perlawanan yang Berlanjut

Israel juga menyerang wilayah selatan Jalur Gaza pada 22 Oktober, yang membunuh lima penduduk Palestina di Rafah dan Khan Yunis, termasuk seorang anak.

Sementara itu, pejuang perlawanan Palestina tetap menghadapi pasukan Israel di utara meskipun dalam kondisi yang sangat sulit. Sayap bersenjata Hamas, Brigadir Al-Qassam, menyatakan pada 22 Oktober bahwa mereka meledakkan bom di dekat sekelompok 12 tentara, yang membunuh dan melukai beberapa orang di antaranya.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (17/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 42.438 orang dan 99.246 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana 756 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

(T.FJ/S: The Cradle)

A writer who longing for the independence of Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!